KUNINGAN (CT) – Group Band Killing me Inside warnai agenda
peringatan ulang tahun SMK Pertiwi ke-36. Kehadiran mereka justru
membuat sejumlah penonton dan civitas akademik terharu, terlebih ketika
beberapa lagu dinyanyikan. “Rencana kami menyanyikan sebagai 10 lagu, namun di pertengahan ada
trouble, hanya sembilan lagu yang kami nyanyikan,” kata Vokalis Killing
me Inside, yakni Vera saat di temui usai konser di lingkungan SMK
Pertiwi Kuningan, Sabtu, (24/05). Melihat potensi dunia musik di daerah, kata Vera yang di dampingi
Rudi dan Josapat, mengatakan, mengenai kondisi dunia musik tentu harus
mendapat dukungan dari berbagai lapisan. “Untuk Killing me Inside, jelas mengapreasisasi terhadap generasi
muda yang memiliki kemampuan dalam bermusik. Sebab, sebuah karya akan
memberikan manfaat tersendiri,” ungkap Rudi. Menyinggung soal daerah kuningan, Rudi mengatakan, meski baru pertama
dalam bermain musik di daerah kuningan ini, namun keberadaan memberikan
kesan baik terhadapa kenyamanan lingkungan. “Iya daerahnya masih adem, dan udaranya juga sejuk dan tidak terlalu panas,” ungkpanya. Dalam kesempatannya, kepala SMK Pertiwi Kuningan, yakni Dea
mengatakan, mendatangkanya band nasional seperti ini, hal itu tentu akan
menjadi energi kepada generasi dan kalangan pelajar, terutama dalam
menyakurkan minat bakat bermusik. “Apalagi dalam acara casperday ini, kami laksanakan juga festival musik tingkat pelajar sewilayah III irebon,” jelasnya. Dalam festival band, kata Dea, sebelumnya yang terdaftar ada 30
peserta dari tingkat pelajar SMP-SMA. Namun, setelah mengkuti audensi
yang di langsungkan panitia bersama dewan juri, hanya 15 griup band yang
lolos dalam kompetisi kali ini. Adapun peserta yang keluar sebagai
juara tingkat pelajar SMP-SMA. Di antaranya, group band live story dari SMPN1 Kadugede berada di
peringkat pertama, di susul group band Deat Atmosfer dari SMPN 2
kuningan berada di peringakt kedua. Kemudian, untuk diperingkat ketiga,
itu di duduk oleh gorup band Blacklist dari SMPN 1 Kuningan. “Tidak hanya itu, untuk kategori the best player guitar itu dari di
raih group band Deat Atmosfer, untuk the best vokal yakni dari group
band Necis band, terus untuk posisi bassis terbaik itu oleh band
Kuningan boote study dan drumer terbaik yakni oleh Death
atmosfer,”terang Dea. Sementara itu kategori tingkat pelajar SMA, podium pertama di isi
oleh group band TWO for six dari SMAN 1 Talaga, Kabupaten Majalengka,
untuk podium kedua ada gorup band Sakasada dari SMAN 3 Kuningan,
kemudian di podium ketiga ada group band secret on the street dari SMAN 1
Garawangi. “Selain itu, untuk the best vokalis, Guitar, bass dan the best
Drumer. Masing – masing ada dari girup band two for six, sakasada, alto
merak dan secret on the street,” papar Dea. Dea menambahkan, untukmasing – masing group band yang terpilih
menjadi juara. Tentu mendapat piagam penghargaan, tropi serta uang
pembinaan. (Ipay)