Ada seorang penjual gorengan bernama Sutikno yang punya kebiasaan
menyisakan buntut singkong goreng yang tak terjual. Sebelum pulang ke
rumah, dia selalu memberikan sisa gorengan tersebut pada seorang bocah
yang sering bermain di dekat tempatnya mangkal.
Tanpa terasa sudah dua puluh empat tahun Sutikno menjalani bisnis
jual gorengannya tanpa ada perubahan yang berarti, masih mangkal di
tempat yang sama dengan omset penjualan yang tidak berubah pula. Suatu
hari datang seorang pria dengan penampilan elegan dan membawa mobil
mewah berhenti di depan gerobaknya sambil bertanya,”Ada gorengan buntut
singkong Bang?” “Kagak ada mas! Yang ada pisang sama singkong goreng”,
balas Sutikno. “Saya kangen ama buntut singkongnya. Dulu waktu kecil dan
ketika ayah saya baru meninggal tidak ada yang membiayai hidup saya.
Teman-teman mengejek saya karena tidak bisa beli jajan. Saya waktu itu
lalu lalang di depan gerobak abang, lalu abang memanggil saya dan
memberi sepotong buntut singkong goreng,” ujar pria itu.
Sutikno terperangah, dia tidak mengira sepotong buntut singkong yang
biasanya dibuang, bisa membuat pria itu mendatanginya dengan keadaan
yang benar-benar berbeda. “Yang saya berikan dulu itukan cuma buntu
singkong. Kenapa kamu masih ingat sama saya?” tanya penjual gorengan itu
penasaran. “Abang tidak sekedar memberi saya buntut singkong, tapi juga
kebahagiaan,” papar pria itu. Sesuatu yang dianggap remeh, tapi baginya
hal itu membuat sangat bahagia sehingga ia berjanji suatu saat akan
membalas budi baik penjual gorengan itu.
“Saya mungkin tidak bisa membalas budi baik Abang. Tapi, saya ingin
memberangkatkan Abang berhaji. Semoga Abang bahagia,” ujar si pria.
Penjual gorengan itu hampir-hampir tak percaya, inikah balasan dari
bersedekah gorengan buntut singkong…

1 Comments
bagus gan...
ReplyDeleteSilahkan komentari dibawah ini !